Minggu, 08 April 2012

SAAT JIN DALAM POSISI LEMAH

     Umumnya kita takut pada jin (setan) yang menampakan  diri. padahal pada saat jin itu menampakan diri adalah saat ia dalam posisi lemah. kenapa? karena jin itu mahluk ghaib yang tidak terlihat mata. pada saat ia menampakan diri pada manusia maka berlakulah hukum alam nyata (non ghaib) yaitu jika di pukul sakit, jika di tangkap bisa dan jika di bacok mempan.
     ada banyak hadits yang menceritakan kisah pergulatan sahabat dengan jin yang membuktikan bahwa saat jin menampakan diri adalah saat terlemah dia. kisah-kisah itu antaralain, Umar bin khatab yang mengalahkan jin dalam suatu duel. kisah ini di riwayatkan oleh Abdullah bin mas'ud. Abu hurairah pernah pernah berduel dan membekuk jin yang mencuri kurma (HR Bukhari). Abu ayub al anshari  juga pernah menangkap jin yang awalnya berbentuk kucing. kisah ini di riwayatkan Ath thabrani. bahkan salah seorang pemuda sahabat nabi bisa membunuh jin yang berbentuk ular (HR Muslim).
pertanyaannya adalah apakah para sahabat nabi itu bisa menangkap atau membunuh jin jika si jin itu tidak menampakan diri? jawabannya tentu saja tidak karena mereka tidak bisa melihat jin saat ada di alamnya.
     saya sendiri dulu sering melihat jin yang menampakan diri. dari pengalaman saya ada tiga fase jin-jin itu menakuti saya.
pertama saat saya kecil.
saat kecil saya pernah melihat pocong yang melayang di udara kemudian meloncat-loncat, melihat sosok jin yang berjubah putih seperti wali yang kemudian menghilang begitu saja, melihat sosok tangan tanpa badan saat maghrib yang menutup jendela di sebuah rumah yang bertahun-tahun kosong juga pernah melihat anjing hitam yang  muncul dan menghilang secara tiba-tiba (menurut Ibnu taimiyah anjing hitam adalah jelmaan setan. ini juga berdasarkan hadits nabi)
fase ke dua adalah saat saya dewasa. dalam fase ini saya hanya sering mendengar suara tanpa penampakan. seperti suara wanita menangis tengah malam (baca 'teror setan di peternakan ayam'), mendengar suara langkah kaki yang naik turun tangga tapi saat saya intip tak ada siapapun padahal suara itu tetap terdengar juga pintu rumah yang tiba-tiba terkunci sendiri (baca 'kejadian-kejadian aneh di rumah tua')
fase ketiga adalah saat di mana saya sudah mempelajari dunia jin menurut al qur'an dan hadits. dalam fase ini saya tidak lagi melihat penampakan atau mendengar suara-suara aneh namun yang kadang saya alami rasa was-was dan ketakutan yang tiba-tiba muncul saat keluar malam. saya yakin ketakutan itu di timbulkan oleh setan karena ia tidak berani lagi menganggu dengan menampakan diri atau dengan suara. untuk membunuh ketakutan itu kadang saya malah mendekati sumber yang membuat saya takut. misal saat tengah malam saya ke kamar mandi, tiba-tiba saya melihat sesuatu yang mungkin itu setan di kegelapan. rasa takutpun tiba-tiba muncul. yang saya lakukan kemudian mendekati sesuatu yang mencurigakan itu. sambil mendekat saya mengepalkan tangan. saya sudah bertekad jika benar itu setan maka saya akan memukulnya bertubi-tubi sampai ia roboh. ternyata yang menakutkan itu cuma ranting pohon yang bergoyang, kadang juga kain atau daun yang tertiup angin.
     dari fase di atas jelaslah bahwa jin berani menakuti saya dengan menampakan diri atau dengan suara adalah saat saya belum tahu dunia jin dan belum tahu bahwa saat jin menampkan diri adalah saat terlemah dia.dengan demikian sebenarnya yang harus kita takuti bukan jin atau setan yang menampakan diri tapi setan yang berhasil membisiki dan menguasai hati kita.
     selain dalam film horor rasanya saya belum pernah mendengar ada setan dari jenis jin yang membunuh manusia tapi setan dari jenis manusia hampir setiap hari  saya melihat ulahnya di media massa, ada yang merampok, membunuh, korupsi , memperkosa, menipu dan kejahatan-kejahatan lain yang membuat miris hati kita.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda