Sabtu, 31 Maret 2012

TIPS MEMBENTENGI HARTA DARI JIN PENCURI

     Tuyul sangat populer dalam masarakat Indonesia. sosok jin berbentuk anak kecil dengan kepala botak ini di percaya sering mencuri uang milik manusia.tentu si tuyul ini mencuri uang atau perhiasan bukan atas kemauannya sendiri tapi ada manusia  yang menjadi tuannya yang menyuruhnya melakukan itu. manusia yang ingin cepat kaya namun tidak mau bersusah payah untuk mendapatkan keinginannya itu.
     lalu bagaiman islam soal tuyul ini? dalam al qura'an maupun hadits tidak pernah menyebut tuyul namun islam mempercayai  bahwa bangsa jin bisa menjadi otak sekaligus pelaku sebuah pencurian yang menimpa manusia. ada banyak hadits yang mengisahkan tentang pencurian yang di lakukan jin. salah satu hadits itu akan saya cantumkan di sini.
     Ath-Thabrani meriwayatkan kisah ini dari Buraidah RA, ia berkata."ketika aku mendapat berita bahwa Muadz bin Jabal RA pernah menangkap setan saat Rosulullah masih hidup, akupun mendatanginya dan berkata 'aku mendapat berita bahwa engkau pernah menangkap setan pada saat Rosulullah masih hidup? ia menjawab 'benar, ketika itu aku di tugasi Rosulullah SAW  untuk mengumpulkan kurma hasil sedekah, lalu aku meletakannya di kamar pribadiku. namun setiap hari aku mendapati jumlah kurma itu semakin berkurang. maka aku segera mengadukan itu pada Rosulullah. mendengar itu beliau berkata 'itu pasti ulah setan, coba kamu intai dia'. pada malam harinya akupun melakukan pengintaian. saat malam merambat  sedikit, setan pencuri itu muncul dengan wujud seekor gajah. sesampai di pintu ia masuk melalui sela-sela pintu dengan wujud lain lalu ia menghampiri tumpukan korma, kemudian mengambilnya.
     melihat itu aku menarik baju panjangku lalu mengikatnya ke pinggang. sambil membaca sahadat serta berseru ' hai musuh Allah' setelah itu aku langsung meloncat  ke arah tumpukan kurma sedekah dan menangkapnya. aku kemudian berkata kepadanya 'orang-orang miskin lebih berhak atas kurma ini dari pada kamu. aku akan membawamu di hadapan Rosulullah sehingga beliau bisa membuatmu terhina'
     jin jelmaan itu kemudian memintaku agar tidak melakukan hal itu dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. aku pun melepaskannya.
setelah itu aku datang menghadap Rosulullah. beliau lantas bertanya 'apa yang di lakukan tawananmu? aku menjawab aku melepaskannya karena ia bersumpah tidak akan mengulangi perbuatannya lagi' beliau berkata 'ia pasti akan kembali lagi. awasilah ia'
     pada malam kedua aku mulai melakukan pengintaian. ternyata dia melakukan hal yang sama dengan sebelumnya dan akupun  melakukan hal yang sama pula terhadap dirinya. ketika itu dia bersumpah tidak akan kembali lagi, akupun akhirnya melepaskannya lagi. setelah itu aku kembali menghadap Rosulullah untuk melaporkannya. tiba-tiba juru panggil  nabi berseru ' mana Muadz?' setelah itu aku masuk menghadap. beliau berkata kepadaku. 'hai Mu'adz, apa gerangan yang di perbuat tawananmu?' aku lalu menceritakan apa yang terjadi pada beliau. mendengar itu beliaupun menukas 'ia pasti kembali lagi, awasilah ia'.
     pada malam ketiga aku melakukan pengintaian. layaknya malam-malam sebelumnya, hal yang samapun di lakukannya dan begitu pula aku. ketika dia hendak bersumpah lagi, aku berujar kepadanya ' hai musuh Allah, kamu telah berjanji kepadaku dua kali dan dua kali pula janjimu kau langgar. ini adalah yang ketiga kalinya, maka aku akan benar-benar membawamu ke hadapan Rosulullah agar beliau sendiri yang membuatmu terhina di depan umum"
     iapun berkata 'aku adalah setan yang memiliki anak dan istri. aku datang jauh-jauh dari Nashibain (nama sebuah kota yang menjadi penghubung antara mosul dan syria). jika aku bisa memperoleh makanan yang lain maka aku pasti tidak akan datang kemari. dulu kami tinggal di madinah ini, sampai teman kalian (nai Muhammad saw) di utus. begitu turun dua ayat kepadanya, kami langsung terusir dari sana hingga ahirnya kami terdampar di Nashibain. sungguh jika kedua ayat itu di baca tiga kali di dalam sebuah rumah, maka rumah itu tidak akan di masuki oleh setan. aku akan memberitahu kedua ayat tersebut jika engkau membiarkan aku pergi' aku lantas menjawab 'baik'. setelah itu ia berkata 'kedua ayat tersebut adalah ayat kursi dan penutup surat al baqoroh'. sebagaiman janjiku maka aku membiarkan ia pergi.
     selanjutnya aku datang menghadap Rosulullah untuk melaporkan peristiwa malam itu pada beliau. tiba-tiba juru panggil Rosulullah berseru ' mana Mu'adz bin Jabal? begitu aku menghadap, beliau langsung bertanya padaku 'apa yang di perbuat tawananmu?' aku menjawab 'ia bersumpah tidak akan datang lagi' aku lalu memberitahu beliau tentang perkataannya. mendengar itu Rosulullah menukas ' benar kata si setan keji itu, meskipun sesungguhnya ia adalah pembohong'
     sejak kejadian itu aku selalu membacakan kedua ayat tersebut pada timbunan kurma itu dan memang aku tidak lagi mendapati ada kurma yang kurang darinya.

    lalu bagiman cara kita menghadapi jin-jin pencuri yang di indonesia di sebut tuyul?
1. seperti petunjuk pada hadits di atas, bacakanlah ayat kursi dan ayat terahir surat albaqarah pada harta kita.
2. tutuplah pintu lemari, laci tempat kita menaruh harta tersebut dengan menyebut basmalah karena dalam hadits lain di sebutkan 'sesungguh nya setan tidak akan mampu membuka pintu yang di tutup dengan membaca basmallah'

Label:

1 Komentar:

Pada 31 Maret 2012 pukul 21.16 , Blogger Inforohil.com mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda