Jumat, 16 Maret 2012

MENGUNGKAP FENOMENA HARTA KARUN

     Tahun 2006, waktu masih tinggal di bogor, ada seorang wanita yang mengajakku bekerja sama mengambil harta karun yang tersimpan di sebuah goa.
wanita itu mengajakku karena ia merasa tidak mampu mengalahkan jin yang menjaga harta itu yang ia sebut jin ganas dan aku di berinya tugas untuk mengalahkan jin penjaga harta karun itu.
     beberapa tahun kemudian, saat tinggal di Brebes ini, ada seorang teman yang juga mengajakku mengambil harta karun yang terpendam di dalam tanah di pinggir kali sapit, Brebes. ketika ku tanya kenapa ia tidak mengambil sendiri harta itu, ia menjawab harta itu di jaga oleh jin dan dia merasa tidak mampu mengalahkan jin penjaga harta itu. karena itu ia mengajakku, tugaskulah untuk mengalahkan jin itu.
     kedua ajakan di atas ku tolak. bukan karena aku takut dengan jin-jin penunggu harta karun, bukan sama sekali. tapi karena aku memang ragu dengan hal-hal seperti itu.
     dalam soal harta karun aku memiliki pendapat. pertama jika ada saksi mata, entah itu eks tentara jepang atau penduduk yang pernah terlibat langsung dalam menyimpan sebuah harta dan harta itu bisa di lihat oleh mata telanjang bukan oleh mata batin atau terawang, aku akan percaya. karena memang bisa saja orang-orang jaman dulu, entah itu pemerintah jepang yang dulu menjajah kita atau penduduk yang diam-diam menyimpan harta bendanya di dalam tanah, di sebuah goa atau di tempat tersembunyi lainnya.
kedua, jika harta karun itu di temukan keberadaannya dengan cara menerawang atau melihat dengan mata batin atau harta karun itu tidak bisa di lihat dengan mata telanjang maka aku meragukan kebenarannya. karena sering sekali orang-orang yang melihat harta karun dengan cara menerawang atau melihat dengan mata batin ini menjadi bulan-bulanan jin terutama jin ghaul (kalangan penyihir dari bangsa jin). jin ghaul inilah yang memperlihatkan pada para penerawang seakan akan mereka melihat harta karun. padahal itu hanya penglihatan semu atau tipuan belaka dari bangsa jin.
di bawah ini akan saya tuliskan pengalaman KH. Drs Abdul Wachid (Gus Wachid) mantan dukun yang bertaubat, bagaimana jin mengerjainya saat ia dan  teman-teman dukunnya memburu harta karun dan benda-benda ghoib.
     Saat saya masih aktif di perdukunan, saya sering mengambil barang-barang ghaib dengan tirakatan dan amalan tertentu. pernah suatu hari saya bersama seorang tokoh agama terkenal di malang dan seorang dukun dari pasuruan yang juga guru saya belajar ilmu susuk, mengadakan ritual untuk mengambil batu mirah. sebelumnya kami telah menerawangnya dengan ilmu karamah dan dzikir. hasilnya tempat keberadaan batu mirah dan waktu keluarnya sudah kami dapatkan. di malang selatan.
     malam semakin larut. malam itu adalah malam ketiga kami tirakatan di tempat itu. tiba-tiba sebongkah batu besar menggelinding begitu saja. merah menyala. kedua orang yang bersama saya justru lari. katanya mereka melihat ular besar sekali. tetapi saya tidak melihatnya. yang saya lihat hanya batu mirah saja. saya ambil batu mirah itu dan langsung saya bungkus dengan lawon (kain kafan yang belum di pakai). dan kami bawa pulang. barang ghaib seperti itu tidak boleh langsung di manfaatkan sebelum di selameti terlebih dahulu. batu mirah yang terbungkus kain kafan itu saya masukan ke peti dan di selameti dengan ayam putih. peti terkunci rapat. jika malam tiba saya tidur di atas peti itu. tetapi anehnya ketika tirakatannya selesai dan peti kami buka ternyata batu mirah berubah menjadi tanah.
     pernah juga saya dapat uang satu peti dalam pecahan sepuluh ribuan.kalau yang ini perlu waktu lima malam untuk mengambilnya. hanya saya ikut malam yang terahir saja. tempat mengambilnya di pembakaran batu bata yang kata orang angker. di kampung itu ada orang tua yang di impeni (mendapat mimpi) bahwa batu batanya tidak boleh di ambil karena di senangi oleh mahluk halus untuk membangun istananya. sudah bertahun-tahun batu bata itu tidak ada yang berani mengambilnya. katanya itu istana jin. dan katanya lagi tempat itu bisa memberi uang. maka kami kembali mengadakan lelaku dengan tirakatan dan mengadakan selametan dengan penduduk sekitar. pada malam kelima, kedua teman saya tidur, sementara saya masih terus melek. dan tiba-tiba peti itu muncul. saya bangunkan mereka dan saya suruh mereka untuk mengambil,karena saya tidak berani untuk mengambilnya. di buka isinya uang. untuk meyakinkan keaslian uang itu, di ambillah satu lembar. esoknya di belanjakan oleh salah satu santri dan laku. tetapi uang tetap harus di selameti dulu sebelum di manfaatkan. kembali saya menjaganya. pada hari ahir tirakatan dan selametan, kita buka petinya dan semua uangnya telah berubah menjadi kertas. (majalah ghoib, edisi khusus dukun-dukun bertaubat).
     Nah itulah yang saya sebut kerjaan jin ghaul. yang memang bertujuan untuk mempermainkan manusia dan kadang ampuh juga untuk menjerumuskan manusia ke dalam lembah kesyirikan.

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda