Selasa, 21 Februari 2012

Geger Ular siluman di kalialang

     Ahir-ahir ini warga kalialang sering melihat ular besar. ular itu sering terlihat melintas di pekarangan kosong,belakang rumah lurah desa kalialang.
takut jatuh korban karena ular itu, lurah dan warga desa kalialang memanggil empat orang pawang ular dari Brebes.
hari senin, 20 februari 2012 empat orang pawang inipun berusaha menangkap ular yang meresahkan warga itu. banyak warga yang menonton, bahkan banyak yang datang dari lain desa. sayangnya empat pawang itu kemudian tidak berani mengambil ular itu walau konon sudah di ketahui lubang tempat ular itu berada. menurut mereka itu bukan ular biasa tapi ular siluman dan ada hubungannya dengan Jaka Poleng, manusia yang di percaya berubah jadi ular dan jadi penunggu kali pemali Brebes (baca tulisan saya berjudul Jaka poleng bagi masarakat Brebes, di blog ini).
     Sebelum pencarian ular itu di mulai, sebenarnya lurah desa kalialang H. Amin ali telah menghubung bapak Khodir yang di percaya sebagai keturunan Jaka poleng. maksud kedatangan pak lurah untuk meminta ijin bahwa warga akan menangkap ular itu namun bapak Khodir melarang. kata Khodir, selama ular itu tidak mengganggu atau memakan ternak warga maka biarkan saja namun kalau sudah mengganggu atau memakan ternak warga ular itu boleh di tangkap atau di bunuh.
bagi saya, sosok khodir sendiri penuh misteri. selain di percaya keturunan Jaka poleng, dia juga di kabarkan sering mengalami hal-hal aneh seperti sudah mati lalu hidup lagi atau pingsan selama tiga bulan dll. kalau ada waktu kelak saya akan mencoba mengajak ngobrol bapak khodir ini. bahkan kalau di perkenankan saya ingin mengecek keadaan bapak khodir dengan ruqyah sebab saya mencurigai ada jin di tubuh bapak khodir dan jin inilah yang selalu mengaku sebagai jaka poleng.
     mengetahui ularnya tidak bisa di tangkap karena menganggap itu ular siluman dan ada hubungannya dengan jaka poleng yang sangat di keramatkan di Brebes itu, banyak warga yang kecewa, terutama yang tidak percaya itu ular siluman. apalagi warga sudah di mintai iuran untuk memanggil pawang itu. selain itu lokasi di mana ular itu sering terlihat adalah jalan yang biasa di lalui anak-anak yang hendak berangkat dan pulang dari sekolah diniyaah.
     tentang ular itu warga desa kalialang terbagi menjadi tiga kelompok. pertama warga yang mempercayai itu memang ular siluman dan ada hubungannya dengan Jaka Poleng. kelompol ini kebanyakan berasal dari orang-orang tua yang terwakili oleh lurah dan Khodir. kedua, masarakat yang beranggapan ular itu hanya isapan jempol belaka. sebenarnya tidak pernah ada ular besar yang konon pernah di lihat warga buktinya di lokasi di mana sarang ular itu berada terdapat kandang kambing namun sampai saat ini pemilik kambing tak pernah kehilangan kambingnya. padahal jika ular itu ada dan sebesar yang di ceritakan orang mestinya ada kambing yang hilang di makan ular.
kelompok ke tiga, warga yang percaya ular itu ada namun tidak sebesar yang di ceritakan orang dan mereka meyakini itu ular sungguhan, bukan ular siluman. kelompok ke tiga ini ingin agar ular itu di tangkap agar tidak membahayakan warga.
     saya sendiri orang yang tidak percaya dengan cerita Jaka poleng. bagi saya jaka poleng hanyalah mitos atau tahayul belaka karena itu segala cerita yang berhubungan dengan jaka polengpun cuma tahayul termasuk ular siluman yang sekarang menggegerkan kalialang.
dalam kasus ular di atas bisa di bilang saya termasuk kelompok ke tiga, saya percaya ular itu ada namun tidak sebesar yang di ceritakan orang dan saya yakin itu ular sungguhan. sebenarnya bisa saja saya mengajak beberapa pemuda untuk menangkap atau membunuh ular itu namun saya takut tindakan itu hanya akan menimbulkan perselisihan dengan generasi tua di kalialang terutama lurah dan Khodir.
     pendapat berbeda di sampaikan Roisah (50th). menurut cerita yang ia dengar lokasi di mana ular itu terlihat di bekas rumah haji Rokman, bukan di pekarangan pinggir kali. menurutnya di pekarangan pinggir kali itu tidak ada satupun lubang besar yang bisa di gunakan untuk sarang ular itu, sementara di bekas rumah haji Rokman ada sumur tua, walau permukaan sumur telah di tutup dengan tumpukan kayu tapi lubang sumur itu masih ada karena memang tidak di urug. jadi dia merasa aneh dan heran saat pawang ular mengatakan sarang ular itu ada di pekarangan pinggir kali.
Khotimah (30th) juga berpendapat sama. menurutnya saat malam ia sering mendengar desisan ular di belakang rumahnya. bekas rumah haji Rokman memang berada di belakang rumah Khotimah.
(jika ada berita terbaru tentang ular itu akan saya tuliskan di sini. jadi saya tidak akan membuat judul baru.)

Label:

0 Komentar:

Poskan Komentar

Berlangganan Poskan Komentar [Atom]

<< Beranda